Postingan

Menjajal Sleeper Bus Jakarta - Purwokerto

Gambar
Setiap Jumat malam, biasanya saya menggunakan Damri untuk pulang ke Purwokerto. Damri saya pilih karena letak stasiunnya yang relatif dekat dengan kantor saya. Dari pada saya harus bermacet-macet ke Pulogadung atau Rawamangun, Damri Kemayoran menurut saya adalah pilihan yang bijak. Tentu buat saya sendiri ya... Namun Jumat yang lalu (12 Agustus), tiba-tiba saya ingin mencoba bis yang lain. Bis yang baru saja meluncur pada Idul Fitri yang lalu. Kata temen bis ini agak berbeda. Umumnya, bis menggunakan kursi sebagai tempat duduk para penumpangnya. Namun bis yang ini menggunakan tempat tidur sebagai ganti kursi. Alhasil, jumlah penumpang yang diangkut tidak sebanyak bis yang biasa. Katanya sih cuma sekitar 20 penumpang saja. Konon katanya pula ini adalah yang pertama di Indonesia menggunakan tempat tidur. Trayek yang ditempuh adalah Purbalingga – Purwokerto – Jakarta pp. Hmm... Jadi penasaran... Kemudian saya mencoba mencari info bis tersebut di internet. Ternyata nama bisn...

Teruslah Bekerja Pasukan Oranye...

Gambar
Memasuki tahun 2016, dua perusahaan besar elektronik, yaitu Panasonic dan Toshiba di Indonesia, melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran. Ratusan bahkan ribuan buruh pun terancam tak memiliki pekerjaan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sendiri meyakini bahwa hal tersebut tidak akan terjadi di Kota Jakarta. Namun, pihaknya, siap menyediakan lapangan pekerjaan jika memang terjadi PHK besar-besaran tersebut. Yaitu dengan memberdayakannya menjadi pekerja kontrak. Seperti yang dikatakan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat. Bahwa pihaknya bisa melakukan perekrutan tenaga kontrak, untuk membantu masalah perkotaan, seperti banjir, sampah dan kebersihan lingkungan. Pekerja kontrak itu, nantinya menurut Djarot bisa direkrut untuk berbagai kebutuhan. Seperti untuk pekerja harian lepas (PHL), petugas Perbaikan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dan pekerja dengan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT). Begitulah sebagian berita yang saya baca di...

Direktur Keselamatan dan Pelayanan DAMRI...

Bar e inyong diangkat dadi Direktur Keselamatan dan Pelayanan neng perusahaan bis pelat abang DAMRI, tugas sing abot wis ngadang neng ngarep mata. Sempet kaget juga, bisa-bisane inyong diangkat dadi Direktur neng perusahaan kiye. Alasane jere simpel bae. Inyong kuwe pengguna setia bis DAMRI jurusan Jakarta – Purwokerto ben dina Jumat selama siji setengah taun. Aneh ya? Tapi priben maning. Surat keputusan wis diteken, pelantikane juga wis rampung dilaksanakna. Sejujure inyong mandan ra pede dadi direktur neng DAMRI. Inyong ra nana pengalaman babar blas neng bidang transportasi darat. Pengalamane inyong ya mung dadi penumpang bis DAMRI ben dina Jumat sore. Tek etung-etung ya wis lumayan suwe, siji setengah taun. Tapi apapun pengalamane, tugas kiye kudu dilaksanakna demi perusahaan. Setuju ya? Nah, sebagai direktur anyar aku mesti mikirna program-program sing apik nggo kemajuane perusahaan. Istilah keren e jaman siki: visi lan misi. Sing tek pikirna dhisit tentune sing ana kaitan...

Pengalamane Inyong Ngurus Perpanjangan SIM C Dhewek

Ra krasa jebul masa berlaku SIM C-ne inyong wis arep entong neng akhir Mei. Berarti inyong kudu gageyan memperpanjang kiye. Soale, menurut info sing tek waca neng media online, nek perpanjangan SIM telat sedina bae kudu gawe anyar. Kiye link beritane: Perpanjangan SIM . Nah, dina Setu wingi tanggal 14 Mei, ngepasi inyong mudik Purwokerto, tek manfangatna nggo ngurus perpanjangan SIM C. Seelingku sih, dina Setu kantore pak Polisi tetep bukak. Moga-moga Setu kiye ya ora berubah alias tetep bukak. Ben olih antrian gasik, niate inyong mangkat gasik. Tapi berhubung ana keperluan, jam setengah sanga inyong nembe bisa budhal sekang umah. Nganggo motor inyong langsung njujug kantore pak Polisi sing ngurusi SIM. Panggonane neng sebelah kidul SMAN 1 Purwokerto, cedheke tugu eks karesidenan mBanyumas. Nggo perpanjangan SIM C, dokumen sing dibutuhna yakuwe fotokopi SIM C (sing esih berlaku) karo fotokopi KTP (ya sing esih berlaku juga). Terus mesti periksa/KIR kesehatan. Pas inyong t...