Tiga Alasan Mengapa Saya Wajib Punya Kendaraan Bermotor Pribadi
Di negeri ini, memiliki kendaraan bermotor pribadi sering kali terasa seperti tanda naik kelas -- setidaknya satu tingkat. Ia bukan lagi sekadar alat bantu mobilitas, melainkan sudah menjelma menjadi kebutuhan yang dianggap mendasar, sejajar dengan pangan, sandang, dan papan. Ketika seseorang belum punya kendaraan, pertanyaan yang muncul biasanya bukan “mengapa?”, melainkan “kok bisa?”. Disampaikan dengan nada heran bercampur iba, seolah-olah ada yang kurang dari hidup yang dijalani. Pengalaman saya berbeda dengan di masa lalu. Pada era 1980–1990-an, saat masih duduk di bangku SMP hingga SMA, sepeda adalah andalan saya untuk beraktivitas di dalam kota. Ia juga menjadi teman setia berolahraga bersama dua kawan yang rumahnya tidak berjauhan. Kebiasaan bersepeda itu, kalau jujur, bukan karena kesadaran akan lingkungan atau kesehatan. Alasannya sederhana: soal biaya. Jika jarak yang ditempuh cukup jauh atau rasa malas datang, barulah saya beralih ke angkutan kota. Untuk tujuan yang lebih p...