Sepenggal Kisah Alih Tugas: Lebih Dekat, Namun Terasa Jauh
Ada hal-hal dalam hidup ini yang kadang sulit dijelaskan dengan matematika. Salah satunya: mengapa sesuatu yang secara jarak lebih dekat, justru terasa bertambah jauh? Secara teori, urusan perjalanan itu sederhana. Enam puluh kilometer tentu lebih dekat daripada seratusan kilo lebih. Dua jam perjalanan jelas lebih ringan dari empat jam. Namun, kehidupan sehari-hari ada kalanya tidak mau tunduk pada angka-angka di atas kertas. Semua ini bermula ketika surat keputusan itu datang. Saya dipindahtugaskan ke tempat yang—kalau dilihat di peta—jauh lebih dekat dari rumah. Awalnya saya tersenyum lega. Membayangkan sesuatu yang ideal: jarak lebih pendek, waktu tempuh berkurang, ongkos makin hemat. Pulang-pergi terasa jauh lebih masuk akal. Namun, di situlah kerumitannya. Jika ada kendaraan pribadi yang menganggur di garasi, masalah ini selesai seketika. Tinggal starter mesin, lalu berangkat. Naik mobil nyaman, naik motor praktis meskipun lebih menguras energi. Apalagi untuk senior seperti saya y...