Postingan

Ojek Pangkalan Yang Tersisih

Gambar
Tidak terasa waktu terus berjalan hingga akhirnya sampailah saya di penghujung Desember tahun 2025. Dan beberapa bulan ke depan berarti saya akan menggenapkan waktu dua tahun bekerja di sini, Wates, Kulon Progo . Sebuah kota yang menjadi ruang hidup bagi saya. Tempat saya terbangun di pagi hari, berangkat kerja, kemudian kembali ke mess yang tidak jauh dari kantor. Wates bukanlah kota besar dengan gedung tinggi, jalanan yang penuh lalu lalang kendaraan dan hiruk pikuk manusia yang ada di dalamnya. Wates hanyalah sebuah kota kecil yang tenang, sederhana, dan berjalan pelan dengan iramanya sendiri. Justru di sinilah saya belajar tentang waktu—tentang bagaimana hidup tidak selalu harus berlari. Dan ini sesuai dengan jiwa saya yang mungkin bukan termasuk tipe petarung hebat dan kuat untuk menaklukan persaingan di rimba kota yang liar. Setiap Jumat malam, saya melakukan perjalanan pulang ke rumah. Karena memang rumah saya bersama keluarga bukan di Wates. Home base saya ada di kota kecil jug...

Wates: Aksesnya Gampang, Sepi dan Tenangnya Jadi Idaman

Gambar
Siapa sangka, akhirnya saya terdampar di kota kecil bernama Wates. Kota yang selama ini hanya saya lintasi ketika menuju ke kota Yogyakarta dan sebaliknya, dari arah Purwokerto. Karena SK, akhirnya saya menjalankan aktivitas pekerjaan di kota ini. Dan tanpa terasa, sudah lebih setahun saya menjalani rutinitas pekerjaan di sini.   Wates yang terletak di bagian barat Yogyakarta, menjadi gerbang utama kota Yogyakarta dari arah barat. Dulu, mungkin fasilitas umumnya belum semaju sekarang. Namun, dengan hadirnya berbagai proyek besar dan pengembangan infrastruktur di Kulon Progo, terutama Bandara Internasional Yogyakarta (YIA – Yogyakarta International Airport), Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) dan Jembatan Pandansimo yang menjadi salah satu jembatan terpanjang di pulau Jawa, meskipun sampai dengan saat ini belum dibuka untuk umum. Wates kini punya daya tarik magnetis yang lebih kuat dan tak bisa diabaikan. Sekian lama di Wates, saya sungguh sangat menikmati kesepian dan ketenanga...

Transformasi Kereta Api Yang Membuat Saya "Sedih"

Gambar
Dulu, menjelang tahun 90-an, ketika saya masih duduk di sekolah dasar, menjelajah stasiun dan naik kereta api saat libur sekolah adalah petualangan seru. Dari rumah saya ke stasiun kereta api Purwokerto, sebenarnya tidak terlalu jauh, sekitar dua kilometer saja. Apabila ditempuh menggunakan kendaraan bermotor hanya beberapa menit sudah sampai. Namun waktu itu, kendaraan bermotor masih relatif jarang. Dan saya bersama teman-teman biasa berpetualang ke sana dengan berjalan kaki atau paling banter dengan naik sepeda.  Sebelum sampai ke stasiun kereta api, perjalanan menuju ke sana bersama teman-teman, menjadi cerita petualangan tersendiri. Waktu itu tentunya belum ada hape dengan akses internet. Apalagi yang juga dilengkapi dengan peta digital. Jadi, untuk sampai ke stasiun, kami memberanikan diri untuk bertanya-tanya kepada orang-orang baik yang kami temui di sepanjang perjalanan.  Sesampainya di stasiun kereta api, untuk masuk ke dalamnya bukanlah hal yang sulit. Tentu kami tid...

Curhat Istri Tetangga

Gambar
Malam itu sebelum tidur, saya dan istri mengobrol tentang berbagai hal. Tentang kondisi cuaca di tempat tinggal kami yang mulai sering turun hujan. Tentang rumput liar yang mulai tumbuh kegirangan dan banyak bermunculan di sela-sela batu pada halaman rumah. Tentang kegiatan anak kami yang masih sekolah, juga yang sedang kuliah di luar kota. Juga tentang keadaan keponakan yang sedang menderita sakit. Dan tentunya pekerjaan istri yang semakin menumpuk menjelang akhir tahun 2024. Obrolan lainnya adalah kisah istri tetangga yang bekerja sebagai PNS. Eh, ini ghibah bukan  sih? Malam itu, istri saya menceritakan kisah istri tetangga yang cukup mengusik hatinya. Istri tetangga curhat kepadanya bahwa dia sering diledek oleh rekan kantornya karena kesulitan melafalkan huruf “F” dan “V”. Harap maklum, istri tetangga kami berasal dari Sunda. Sebagai orang Sunda, sepertinya memang terdapat kesulitan dalam mengucapkan huruf-huruf tersebut. Namun, ironisnya justru rekan kerjanya menjadikan kekur...

Disparitas Tarif Pangkas Rambut

Gambar
Bukan agar terlihat keren atau ilmiah, saya menggunakan kata "disparitas" pada judul tulisan ini. Semata-mata hanya ingin tampil beda dan agar menarik perhatian saja. Menurut KBBI, kata disparitas sendiri mempunyai arti perbedaan. Bisa juga berarti jarak.  Semoga Anda yang membaca tulisan ini adalah salah satu di antara yang tertarik dengan adanya penggunaan kata tersebut. Pangkas rambut.  Ya... Kegiatan yang biasa saja namun tidak bisa saya lakukan sendiri.  Untuk ini tentu saya membutuhkan orang lain yang mempunyai keahlian memotong rambut. Dulu sebutannya adalah tempat tukang cukur. Kemudian berubah menjadi "Pangkas Rambut". Seiring berjalannya waktu, kemudian dikenal istilah yang lebih kekinian yaitu "Barber Shop". Intinya sama saja sih, ya potong rambut juga...  Pangkas rambut setidaknya saya lakukan setiap 3 minggu atau sebulan sekali. Mungkin terbawa kebiasaan sejak kecil. Waktu itu, rambut saya dipotong sendiri oleh ayah. Potong rambutnya menggunak...

Pasar Manis Purwokerto, Riwayatmu Kini

Gambar
Pasar Manis Purwokerto adalah salah satu pasar yang menjadi saksi bisu sejarah perkembangan kota Purwokerto. Sejak lama, pasar ini telah menjadi pusat aktivitas ekonomi warga sekitar. Keberadaannya yang strategis di pusat kota dan relatif dekat dengan alun-alun Purwokerto membuatnya mudah diakses dari berbagai arah. Termasuk orang tua penulis yang menjadi pelanggan tetap pasar ini. Dahulu, hampir setiap minggu kami berbelanja ke Pasar Manis yang berjarak kurang lebih 1 km dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor. Lazimnya pasar tradisional, Pasar Manis dikenal sebagai tempat berjualan sayur mayur, buah-buahan, sembako, dan juga jajanan pasar. Bumbu-bumbu dan rempah juga tersedia. Bagi yang ingin menikmati kuliner sarapan pagi sederhana, juga ada. Bahkan, tidak ketinggalan ramuan tradisional atau jamu bagi yang ingin menjaga kesehatan atau kebugaran. Pada era sebelum tahun 2000-an, Pasar Manis cenderung terlihat kumuh. Lapak dagangan banyak yang sudah mulai lapuk karena menggu...

Kisah Sepasang Sajadah

Gambar
   Ahad sore itu saya berada di sebuah agen bus. Bukan untuk membeli tiket, namun untuk menunggu keberangkatan bus. Sesuai jadwal di tiket, bus akan berangkat pada pukul 6 sore. Kurang lebih sepuluh menit setelah adzan maghrib berkumandang. Tujuan saya adalah Wates.  Sebuah kota kabupaten yang tidak terlalu besar. Tidak juga terlalu ramai. Berada di sebelah barat kota Yogyakarta. Dan di sebelah timur bandara Yogyakarta International Airport. Strategis ya…   Saat terdengar adzan maghrib, saya berjalan menuju sebuah mushola kecil yang berada di salah satu sudut ruangan. Sesampainya di sana terlihat sepasang sajadah yang tergeletak di lantai keramik. Satu sajadah berwarna biru gelap. Motifnya tidak terlalu saya pahami. Sepertinya mirip dengan ukiran Jepara. Motif tersebut memenuhi hampir setiap bagiannya. Satu lagi berwarna biru muda. Ada gambar seperti kubah atau mihrab masjid. Ada tambahan motif seperti ukiran di bagian tengahnya. Di tepinya terdapat hiasan berup...