Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2026

Elegi Pejalan Kaki

Gambar
Katanya, kalau mau sehat, tidak perlu olahraga mahal. Cukup jalan kaki . Sederhana, murah, bahkan nyaris gratis. Yang membuat mahal adalah “gaya”. Sepatu impor, smartwatch high end , TWS dan tentunya outfit branded. Namun di negara ini, di kota ini, kota yang saya tinggali, jalan kaki ternyata bukan sekadar olahraga. Ia adalah latihan ketahanan mental, uji keseimbangan tubuh dan nyali, plus simulasi membaca situasi lalu lintas . Apalagi kalau berjalan kaki di kota yang trotoarnya lebih sering difungsikan untuk hal lain. Jalan kaki itu menyehatkan—itu bukan rahasia. Bagi pekerja yang sehari-hari duduk di depan meja dan layar komputer seperti saya, melangkah adalah cara membuat tubuh ingat kalau saya masih punya kaki. Persoalannya baru muncul saat saya turun ke jalan. Baru berjalan beberapa ratus meter, tantangan langsung menghadang. Trotoar naik-turun mirip wahana permainan. Lubang, paving block yang ambles, pecah, atau hilang, sering kali membuat  ragu: ini sedang jalan kaki atau i...