Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Penampakan Unik di Lapak Pedagang Daging Sapi

Gambar
Dua tahun sudah setiap Sabtu atau Minggu pagi saya menjadi tukang ojek. Tapi, saya bukan tukang ojek pangkalan loh ya. Apalagi ikut jadi anggota ojek online yang lagi marak akhir-akhir ini. Bisa dibilang saya ini tukang ojek spesial. Ya, karena penumpang yang saya antar bukan sembarang orang. Seseorang yang sangat spesial buat saya: istri sendiri. Tujuan penumpang yang saya antar juga tidak bisa dipandang main-main. Bila tidak saya antar, bisa menimbulkan kerawanan pangan dan kegagalan makan di rumah saya. Jadi, meskipun letaknya tidak bisa dibilang dekat, namun agak berlebihan juga kalau dibilang jauh, istri harus diantar dengan aman dan damai ke sebuah pasar tradisional. Pasar tradisional yang biasa kami kunjungi adalah Pasar Manis. Letaknya di ujung barat Jalan Jenderal Gatot Subroto Purwokerto. Sesungguhnya, pasar ini sungguh jauh dari kata nyaman. Pada akhir pekan Sabtu dan Minggu, hampir dapat dipastikan pengunjung bertambah banyak. Mereka akan berdesak-desakan di dalamnya k...

Logo Baru, Harapan Baru, Saatnya Berubah!

Gambar
Sambil menyelesaikan tulisan sederhana yang saya beri judul “Damri vs Kereta Api: Sebuah Catatan Perjalanan” , saya juga membuka situs web milik Damri, sambil berharap ada sesuatu yang baru di sana. Sesuatu yang dapat menambah bahan tulisan saya. Ketika halaman situs terbuka, terlihat pengumuman pemenang lomba desain logo baru Damri. Hadiah pemenang pertama lumayan juga, lima belas juta rupiah. Pemenang kedua sepuluh juta rupiah dan terakhir pemenang ketiga lima juta rupiah. Wah sayangnya saya tidak jago menggambar. Kalo jago hampir pasti saya ikut. Siapa tau lagi beruntung dapat memenangkan lomba. Lumayan kan bisa buat beli tiket bis pulang mudik tiap Jumat... Bagaimana logo baru Damri? Lebih bagus dari sebelumnyakah? Lebih enak dilihatkah? Ini yang jadi tanda tanya. Pada halaman pengumunan pemenang lomba tidak ditampilkan logo sang pemenang. Jujur saya penasaran. Saya coba mengubek-ubek halaman demi halaman situs milik Damri. Hasilnya? Saya gagal menemukan logo ba...

Damri vs Kereta Api: Sebuah Catatan Perjalanan

Gambar
Hampir setiap Jumat malam saya melakukan perjalanan pulang dari Jakarta ke Purwokerto dengan Damri. Kemudian di Minggu malam kembali lagi ke Jakarta dengan Kereta Api. Tidak terasa, hampir dua tahun sudah saya menjalani rutinitas ini. Bosan dan lelah? Itu sih tidak perlu ditanya lagi. Bagaimanapun, ini adalah sebuah pilihan hidup yang mesti dijalani. Jadi ya.. dinikmati saja. Di luar sana ternyata banyak juga kok yang seperti saya. Pulang Jumat kembali Ahad... Seringnya menggunakan Damri dan Kereta Api membuat saya tergelitik untuk membandingkan dua maskapai eh perusahaan ini yang notabene sama-sama perusahaan pelat merah. Membandingkan Damri dan Kereta Api dari sisi kinerja keuangan tentu tidak akan saya lakukan. Ini jelas rumit dan tentunya membutuhkan pengetahuan manajemen keuangan. Kebetulan saya juga bukan analis keuangan. Dan saya juga tidak sedang membuat penelitian atau skripsi dengan membandingkan kedua perusahaan tersebut. Karena itu saya ingin perbandingan...